Kamu retakan tanah di penghujung kemarau
Aku air bandang luapan parau
Kerontangmu aku isi
Pecah belahmu aku genapi
Mengapa masih saja berharap pada mentari
Jika hanya kering yang ia beri?
Memang dasar bebal
Seharusnya kubiarkan saja kamu terjungkal
Ah, gegara cinta
Mati saja!